Umar bin Abdul Aziz adalah salah satu khalifah terbaik dari kalangan Bani Umayyah, yang lahir pada 2 November 682 (26 Safar, 63 H) dan meninggal  31 Januari 720 (16 Rajab, 101 H). Beliau menjabat sebagai kholifah selama dua tahun, yakni sekitar  tahun 717 – 720 M. Beliau masih memiliki nasab dengan Khalifah Umar bin Khattab.

Umar bin Abdul Aziz bukanlah keturunan dari khalifah sebelumnya, Sulaiman bin Abdul Malik. Beliau hanyalah sepupu dari Sulaiman. Beliau menjadi khalifah ditunjuk secara langsung. Namun tahukah kalian, apa yang istimewa dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz sehingga perlu diteladani ? Sifatnya yang sangat sederhana, rendah hati, jujur tidak kalah dengan empat khalifah pertama (khulafaur Rasyidin). Pada zaman pemerintahannya, kondisi umat islam saat itu seperti kembali pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin. Rakyat juga langsung merasakan adanya perubahan yang sangat signifikan itu.

Sebuah kisah yang menunjukkan bahwa bwliau adalah khalifah yang anti korupsi. Pada suatu malam ketika sang khalifah sedang berada dalam ruang kerjanya, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. ternyata itu adalah putranya sendiri.
Kemudian, khalifah bertanya kepada putranya tesebut, " hal apa yang ingin kau bocarakan denganku ? masalah negara ataukah masalah pribadi ?, "
"urusan pribadi, " jawab putranya.
asal kalian tahu, khalifah Umar langsung mematikan lampu minyak yang terletak di atas meja kerjanya. Baru setelah itu menyilakan anaknya untuk masuk.
"kenapa Ayah mematikan lampu minyak ini ? ", tanya putranya.
"karena kita akan membicarakan urusan pribadi, sehingga kita tidak boleh mengunakan fasilitas negara untuk kepentingan priadi." jawab Khalifah Umar

Subhanallah.. sungguh mulianya akhlak beliau. Hal kecil saja yang bukan haknya, beliau tidak mau mengambilnya, apalagi hal yang besar. Sungguh merupakan suatu sikap yang perlu dicontoh bagi para pemimpin. Andaikan sikap seperti ini ada pada jiwa setiap pemimpin, pastilah akan tentram, makmur serta tentunya bebas dari korupsi. Kejujuran merupakan dasar dari jiwa seorang pemimpin. Ingat!! setiap kamu semua adalah seorang pemimpin, yang akan dimintai pertanggungjawaban kelak di hari akhir.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ عَنْ مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ أَلاَ كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالأَمِيرُ الَّذِى عَلَى النَّاسِ رَاعٍ عَلَيْهِمْ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِىَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَالَعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Dari Abdullah bin Umar, bahwasanya Rosulullah SAW bersabda : “Ketahuilah…Setiap dari kalian adalah pemimpin yang akan di mintai pertanggung jawabannya, seorang imam adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan di mintai pertanggung jawabanya tentang kepimpinannya, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarga dan ia bertanggung jawab terhadap keluarganya, seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya dan ia bertanggung jawab terhadap mereka, seorang pembantu adalah pemimpin bagi harta tuannya dan ia bertanggung jawab terhadapnya, setiap kalian adalah pemimpin dan tiap kalian mempunyai tanggung jawab terhadap yang dipimpinnya”. (HR. Abu Daud : 2930)

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Juarai Kompetisi Essay Nasional

Rabu, 4 Desember 2013 10:27 WIB

Dilihat : 169 kali


Imam Sopyan, mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga, berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi essay nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Imam Sopyan berhasil menyisihkan lima puluh peserta lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan dalam dua tahap seleksi, yaitu seleksi naskah essay dan seleksi presentasi. Dalam seleksi naskah essay, Imam berhasil lolos ke dalam lima besar, bersama empat mahasiswa lainnya, yaitu Denny Iswanto (UIN Syarif Hidayatullah), Riki Purnomo (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), Nur Rizqy Febriandika (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), dan Erin Nuzulia Istiqomah (Universitas Indonesia). Kelima finalis tersebut diundang untuk mempresentasikan essaynya mereka di depan dua dewan juri yang berkompeten di bidangnya. Presentasi tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) pada 2 November 2013.
Berdasarkan hasil penilaian dari dua dewan juri, presentasi Imam Sopyan dengan judul essay “Bergerak dari Kampus Menuju Bangsa Paripurna: Inteligensia Profetik dan Tanggung Jawab Sosio-Transedental Mahasiswa Islam” berhasil mengungguli finalis lainnya. Imam Sopyan mendapatkan total poin 400 dari Juri I dan 380 dari Juri II (780 poin). Ia unggul 10 poin dari Juara II, Denny Iswanto, yang mengumpulkan poin 770. Juara II ditempati oleh Erin Nuzulia Istiqomah dengan total poin 760.
Dalam essaynya, Imam Sopyan menggagas urgensi berbagai organisasi mahasiswa, seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah), dan yang lainnya untuk menjadi ‘pabrik’ para pemimpin umat dan bangsa. Dengan menelusuri jejak sejarah perjuangan kemerdekaaan bangsa Indonesia, mulai dari Jong Islamieten Bond (JIB) dan Studentent Islami Studie Club (SIS) pada awal abad 20. Imam Sopyan optimis bahwa hanya mahasiswa yang merapatkan diri dalam barisan organisasi mahasiswalah yang kelak mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dalam konteks keumatan dan kebangsaan. Atas prestasinya ini, Imam Sopyan berhak atas Piala Tetap Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan uang pembinaan sebesar 1 juta rupiah. (**Din Humas*)

Bahasa Arab merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari kehidupan umat muslim. Bahasa Arab berbeda dengan bahasa - bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan Bahasa Arab begitu banyak. Umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun mengarahkan anak - anak untuk tujuan tersebut.

Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.

Kata "syukur" berasal dari bahasa arab. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai rasa terima kasih kepada Allah, untunglah (menyatakan lega, senang, dan sebagainya). Syukur adalah berterima kasih atas nikmat. Jadi, syukur nikmat adalah berterima kasih kepada Allah atas karunia dan anugrah dari-Nya. Allah Maha Berkuasa. Segala di muka bumi adalah milik Allah. Maka ketika kita mendapat nikmat, wajib bagi kita untuk mensyukurinya. Karena bila tidak maka azab Allah akan datang kepada kita. Sesuai dengan firman-Nya dalam QS Ibrahim ayat 7 : 
وَإِذْتَأَذَّنَرَبُّكُمْلَئِنشَكَرْتُمْلأَزِيدَنَّكُمْوَلَئِنكَفَرْتُمْإِنَّعَذَابِي لَشَدِيدٌ
“ Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: `Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.”(QS. 14:7)  
Dalam ayat ini Allah SWT. kembali mengingatkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang telah dilimpahkan-Nya. Kemudian dilaksanakan-Nya, betapa besarnya faedah dan keuntungan yang akan diperoleh setiap orang yang banyak bersyukur kepada-Nya, yaitu bahwa Dia akan senantiasa menambah rahmat-Nya kepada mereka. Sebaliknya Allah juga mengingatkan kepada mereka yang mengingkari nikmat-Nya dan tidak mau bersyukur bahwa Dia akan menimpakan azab-Nya yang sangat pedih kepada mereka.
Nikmat-nikmat Alloh yang telah diberikan kepada kita amatlah banyak, hingga tak terhitung jumlahnya. Nikmat yang paling penting dan paling besar yang telah Alloh berikan kepada kita adalah nikmat iman dan islam. Selain itu Alloh ta'ala juga memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan yang acapkali banyak dilupakan manusia antara lain berupa kesehatan,kedamaian, ketentraman, harta, keluarga, waktu luang dan nikmat lainnya yang tidak mungkin kita uraikan satu per satu. Sebagai hamba-Nya yang telah diciptakan oleh-Nya sudah selayaknya kita kini bertanya pada diri kita sendiri, setelah diberikan kenikmatan yang tak terhingga itu kini apa yang harus kita lakukan? Apakah kita patut acuh tak acuh terhadap semua hal itu?
Manusia sebagai makhluq ciptaan-Nya, harus mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita apapun bentuknya.Karena nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita amatlah banyak.Jika kita mencoba untuk menghitung nikmat Allah, niscaya kita tak mampu untuk menemukan jumlahnya.
Bumi dan langit diciptakan sebagi hamparan kemudian hujan diturunkan dari langit, lalu tumbuh biji-bijian, manusia dapat bercocok tanam.Bumi diciptakan selama 2 hari kemudian diciptakan langit berlapis-lapis sebanyak 7 lapisan. Dalam pembelajaran geografi yang mempelajari fenomena geosfer dan lingkungan alam, menunjukkan betapa besarnya kekuasaan Allah yang telah memberikan kita nikmat yang sangat luar biasa, oleh karenanya kita harus mensyukuri nikmat  yang telah kita rasakan di muka bumi ini dengan jalan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya

Proses pengangkutan air  dan mineral dari dalam tanah
Hanya sistem yang Allah ciptakan saja yang dapat mengangkat air dalam tanah sampai ke atas pohon secara otomatis. Tidak ada mesin penyedot apapun. Dengan kerumitan sistem seperti uraian di atas ini Allah menciptakan kekompleksan transportasi air pada akar, batang, dan daun tanaman/pohon, mulai dari adhesi molekul air, kohesi dengan dinding xylem, sistem kapilaritas xylem, dll. Itulah yang menyusun hal tersebut.Ini hanya Allah yang dapat menciptakannya.

Teori Gravitasi
Adanya teori Gravitasi mengakibatkan benda jatuh ke arah pusat bumi. Sehingga kita bisa menginjakkan kaki di atas tanah. Kurang Nikmat Apa lagi …. ?


Lalu, bagaimanakah cara kita mensyukuri nikmat Allah ?
Cara bersyukur itu mudah... Berlatihlah 'pandangan melihat kebawah' ke orang lain dari apa yg anda sudah dapati mulai dari hal - hal yg kecil, misal : mereka buta tapi aku melihat, aku naik sepeda, mereka jaln kaki, dan sebagainya. Juga kuantitas : kamu sehat dari lahir sampai sekarang berapa lama dibandingkan kamu dalam keadaan sakit ? tentu perbandingannya lebih dari 2:1 (dua berbanding satu), sedangkan nabi Ayub saja yg sudah begitu parahnya, dia mengaku saya berpuluh tahun sehat dan megah, dan sakit beliau cuma sebentar dibanding sehatnya, apalagi anda bukan ?!
Rasulullah SAW bersabda :
 

  Dari Abu Hurairah dia berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “Pandanglah orang yang berada dibawah kalian, jangan memandang yang ada di atas kalian, itu lebih laik membuat kalian tidak mengkufuri nikmat Allah.”(HR Muslim no.5264)


Dari Asy’ab bin Qais bahwasannya Rassulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya manusia yang paling bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling banyak berterima kasih kepada sesama manusia.” (HR. Ahmad no.9982, disahihkan at-Tirmidzi dan lain-lain)

Ibnu Qoyyim Berpendapat tidak terasa lengkap seseorang yang berkata syukur kecuali  jika ia memenuhi  3 syarat, yaitu :
1. Ia mengakui nikmat Allah pada dirinya (bukan atas usahanya pribadi)
2. Ia menyanjung Allah atas nikmat itu (mengucap hamdalah dan pujian2 lainnya)
3. Ia menggunakan nikmat Allah untuk mendapatkan keridoannya (bukan untuk maksiat tetapi untuk beribadah dan berbuat kebaikan)

Rasa syukur paling utama yang harus kita renungkan adalah : Allah jadikan kita Manusia (karena Allah bisa saja menjadikan kita yang lain, atau memecat kita jadi manusia, karena Dia Maha Kuasa; seperti menjadi patung or monyet dll). Allah menjadikan kita orang Islam. Walau jadi manusia tapi klo gak beriman, manfaat mu cuma jadi bahan bakar api nerak. Kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW. Sudah banyak tahu kan kelebihan Nabi Muhammad dan umat nya?!. Jadi, Nikmat mana dari Tuhanmu yang bisa kamu dustakan ….??? Tentu jawabannya adalah TIDAK ADA !

Hayo.. siapa yang nggak suka matematika ???!!
Jangan salah.. asal kita tahu, al-qur’an itu ada matematikanya lho. Mau  bukti ? sekarang mari kita tengok QS Al-Anfaal Ayat 65 – 66.
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى الْقِتَالِ إِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ عِشْرُونَ صَابِرُونَ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ يَغْلِبُوا أَلْفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَفْقَهُونَ (٦٥) الآنَ خَفَّفَ اللَّهُ عَنْكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا فَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ مِائَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُوا مِائَتَيْنِ وَإِنْ يَكُنْ مِنْكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوا أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ (٦٦)

65. Hai Nabi, Kobarkanlah semangat Para mukmin untuk berperang. jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

66. sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizin Allah. dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Dalam kedua ayat tersebut terdapat sebuah ilmu yang dipelajari dalam matematika, yaitu ilmu tentang perbandingan. Pada ayat 65 disebutkan bahwa dua puluh orang mukmin yang sabar akan dapat mengalahkan 200 orang kafir. Dari sini dapat kita peroleh perbandingan antara orang mukmin sabar dengan orang kafir yaitu 20 : 200, atau dapat kita sederhanakan menjadi 1:10. Namun, mungkin kita akan mengalami kesulitan jika ditanya berapa orang kafir yang dapat dikalahkan oleh 30, atau 40, atau 50 orang mukmin sabar ?? oleh karena itu Allah mempertegas pada kalimat selanjutnya dalam ayat yang sama , yaitu jika ada seratus orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir. Dari sini dapat kita tarik perbandingan antara orang mukmin sabar dengan orang kafir, yaitu 100 : 1000. Jika disederhanakan , maka perbandingannya adalah tetap 1:10. Dan itulah yang disebut sebagai perbandingan senilai. Oleh karena itu, bila ditanya berapa orang mukmin sabar yang dapat mengalahkan 50.000 orang kafir? Tentu dengan mudah kita dapat menjawabnya.

Misal    : orang mukmin sabar    = a
              Orang kafir                  = b

a / b = 1/10
50.000 / b = 1 / 10
50.000 x 10 = 1 x b
500.000 = b
Jadi, melalui perhitungan di atas dapat kita jawab bahwa 50.000 orang mukmin yang sabar dapat mengalahkan 500.000 orang kafir.

Yang kedua adalah mengenai taksiran (estimasi). Taksiran adalah memperkirakan . Mari kita simak uraian dari QS As Shaffat ayat 147.


Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.
Jika kita cermati kalimat tersebut, ada sesuatu yang ganjil. Kenapa seratus ribu atau lebih ? kenapa Allah tidak langsung mengatakan jumlahnya dengan pasti? Bukankah Allah adalah Yang Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang ghaib?. Itulah ! Allah mengajarkan kita ilmu matematika dalam Al-quran ini.

Subhanallah! Allah memang Mahasempurna. Dia menciptakan segala sesuatu pasti ada maksud dan tujuannya demi kemashlahatan manusia. Sesungguhnya semua kebenaran adalah murni berasal dari Allah dan kekeliruan adalah kekurangan dari saya.